RSS

Welcome to my Blog. Enjoy reading :)

Sabtu, 08 Agustus 2009

Makalah Komunikasi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Komunikasi adalah keterampilan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dimana dapat kita lihat komunikasi dapat terjadi pada setiap gerak langkah manusia. Manusia adalah makhluk sosial yang tergantung satu sama lain dan mandiri serta saling terkait dengan orang lain dilingkungannya. Satu-satunya alat untuk dapat berhubungan dengan orang lain dilingkungannya adalah komunikasi baik secara verbal maupun non verbal ( bahasa tubuh dan isyarat yang banyak dimengerti oleh suku bangsa).

Ketika Sukma Ayu, artis muda berbakat yang melejit lewat sinetron Kecil-kecil Jadi Manten, meninggal dunia di bulan September 2004, setelah sempat beberapa lama mengalami koma, seluruh penggemarnya segera mengetahui berita kematiannya. Mereka yang bersimpati kepadanya, ramai-ramai mengirim pesan pendek (sandek) atau yang lebih dikenal dengan sebutan sms (service short massage) kepada berbagai stasiun televisi swasta yang memberi kesempatan kepada pemirsanya untuk mengungkapkan bela sungkawanya secara interaktif terutama melalui tayangan acara infotainment. Demikian pula ketika Parto, anggota kelompok lawak terkenal Patrio menembakan pistol ke udara untuk mengusir wartawan yang mengejar-ngejarnya di pertengahan tahun 2004, banyak penggemar tayangan infotainment segera mengetahui berita ini dari tayangan infotainment yang banyak bersebaran di berbagai stasiun televisi, seperti Kabar-kabari, Kross Cek, Cek n Ricek dan sebagainya.

Berita yang gencar kita dengar belakangan ini adalah tentang pesta demokrasi dalam hal pemilihan umum legislatif. Berita ini menjadi headline dibeberapa media cetak nasional belakangan ini. Tidak hanya media cetak , media elektronik seperti radio dan televisi juga ramai memberitakan tentang Pemilu tersebut. Berita tersebut pun menjadi topik hangat yang diperbincangkan oleh hampir setiap orang , dikantor, kampus, warung kopi bahkan didalam kendaraan umum. Karena pada moment ini melibatkan semua orang untuk memberikan suaranya dalam pemilihan tersebut, maka hampir tidak ada orang yang tidak tahu tentang masalah ini pro dan kontra pun muncul dalam masyarakat.

Dalam hal pelaksanaan pesta demokrasi tersebut, kita mengetahui adanya pelanggaran-pelangaran atau kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu demi kepentingan kelompok tertentu maupun individu. Ada juga yang mencontreng lebih dari satu kali. Kita juga tahu bahwa banyaknya para Caleg yang stress akibat tidak memiliki suara yang sesuai porsi untuk memiliki satu kursi, dan juga adanya caleg yang meminta kembali bantuan-bantuan yang telah diberikan pada masa kampanye kepada masyarakat maupun satu lembaga, karena harapan dari caleg tidak simbiosis mutualisme. Dan aja juga caleg yang menyegel sekolah yang membuat siswa sekolah tersebut terlontang-lantung dalam belajar, jadi para siswa belajar diluar sekolah dengan beralaskan tikar dan beratapkan langit.

Berita yang gencar juga dibicarakan oleh khalayak umum yang tidak kalah dengan berita diatas yaitu tentang UN (Ujian Nasional) yang diadakan untuk mengevalusi kemampuan siswa secara nasional. Minggu lalu telah terlaksana UN untuk SMA dan minggu ini untuk SMP dan bulan depan untuk SD. Kita mengetahui adanya kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaan ujian tersebut bukan karena asumsi semata, melainkan informasi yang kita dapat dari pemberitaan media massa.

Fenomena diatas merupakan gambaran dari betapa kuatnya pengaruh media massa dalam pembentukan opini masyarakat. Media massa mempunyai kemampuan untuk memilih dan menekankan topik tertentu yang dianggapnya penting (menetapkan ‘agenda’ / agenda media) sehingga membuat publik berpikir bahwa isu yang dipilih media itu penting dan menjadi agenda publik.

Komunikasi media modern telah memberikan kesempatan kepada jutaan manusia di seluruh dunia saling berhubungan dengan nyaris seluruh tempat di muka bumi tanpa harus terbatasi lagi oleh ruang dan waktu, serta serempak juga memberi kesempatan untuk berinteraksi melalui media massa. Suatu kondisi yang nyaris serupa dengan kehidupan di desa, di mana setiap warga desa dapat saling berkomunikasi dengan mudah dalam relasi sosial yang coraknya patembayan.

Media massa merupakan pusat dari kajian komunikasi massa. Media massa menyebarkan pesan-pesan yang mampu mempengaruhi khalayak yang mengkonsumsinya dan mencerminkan kebudayaan masyarakat, dan mampu menyediakan informasi secara simultan ke khalayak yang luas, anonim dan heterogen, membuat media bagian dari kekuatan institusional dalam masyarakat. Bahkan di kalangan media, terutama di kalangan pers, media massa dianggap sebagai pilar demokrasi keempat setelah ekskutif, legislatif dan yudikatif. Peristiwa jatuhnya kekuasaan Orde Baru menunjukan bagaimana media massa mampu menggerakan rakyat yang sudah tidak percaya lagi kepada sistem yang ada di birokrasi eksekutif, legislatif dan yudikatif.

Perkembangan teknologi komunikasi massa tidak dapat dipungkiri telah banyak membantu umat manusia untuk mengatasi pelbagai hambatan dalam berkomunikasi. Khalayak dapat mengetahui apa yang terjadi di seluruh dunia jauh lebih cepat, bahkan sering kali khalayak lebih dahulu mengetahui apa yang terjadi jauh di luar negeri daripada di dalam negeri.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah:

a. Hakekat Komunikasi Massa

b. Karakter Komunikasi Massa

c. Model Komunikasi Massa

d. Hambatan Dalam Komunikasi Massa

e. Peran Dan Fungsi Media Massa

f.Fungsi Komunikasi Massa

1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah:

a. Mengetahui Hakekat Komunikasi Massa

b. Mengetahui Karakter Komunikasi Massa

c. Mengetahui Model Komunikasi Massa

d. Mengetahui Hambatan Dalam Komunikasi Massa

e. Mengetahui Peran Dan Fungsi Media Massa

f.Mengetahui Fungsi Komunikasi Massa


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 HAKEKAT KOMUNIKASI MASSA

A. Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan (informasi/message) dari komunikator/sumber kepada komunikan.penerima melalui media tertentu untuk menghasilkan efek/tujuan tertentu dengan mengharapkan feedback/umpan balik.

Beberapa definisi komunikasi adalah:

1. Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid).

2. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G).

3. Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981).

4. Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram,W)

5. Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaga Administrasi).


Unsur-unsur komunikasi

1. Penyampai pesan/komunikator/sumber/Source

2. Pesan/Message

3. Penerima pesan/Receiver

4. Media/Channel

5. Efek/tujuan/Destination

6. Umpan balik/Feedback

7. Gangguan/Noise

Noise

S --- M --- C --- R --- E

FB

Jenis Komunikasi

1. Kom. Intrapersonal

2. Kom. Interpersonal/Antarpersonal

3. Kom. Kelompok

4. Kom. Organisasi

5. Kom. Massa

PROSES KOMUNIKASI

Didalam komunikasi terdapat 2 proses yakni:

1. Komunikasi Primer

à proses komunikasi yang tidak menggunakan media tetapi menggunakan lambang/simbol sebagai media satu satunya

Ada 2 jenis lambang:

a. Verbal

à Lambang/simbol/pesan yang berupa kata-kata (lisan/tulisan)

b. Non Verbal

à Bahasa tubuh/body language/ekspresi wajah

à Non verbal dalam bentuk tulisan Cth. Tinta merah à marah

Paralinguistik

· Dialek: cara orang berbicara

· Intonasi

· Volume suara

· Kecepatan berbicara

2. Komunikasi Sekunder

· Proses penyampaian & penerimaan pesan dengan menggunakan media sebagai sarana komunikasi

· Media massa

· Media non massa (interpost media)

B. Pengertian Massa

Pengertian massa secara umum berbeda dengan pengertian massa dalam komunikasi. Secara umum massa diartikan sebagai orang yang tidak saling mengenal, berjumlah banyak, anggotanya heterogen, berkumpul di suatu tempat dan tidak individualistis. Massa memiliki kesadaran diri yang rendah,
tidak dapat bergerak dengan terorganisir, tidak bertindak untuk
dirinya sendiri melainkan terdapat “dalang” di belakangnya yang
berfungsi memanipulasi mereka. Ini berbeda pengertiannya bila
dikaitkan dengan ilmu komunikasi. Massa dalam komunikasi lebih
merujuk pada penerima pesan media massa atau disebut audience.

C. Pengertian Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah proses komunikasi dengan menggunakan media massa.

Media Massa:

1. Cetak àsurat kabar, majalah, dll.

2. Non Cetak àradio, TV, internet, film

Dalam komunikasi masssa yang terpenting adalah bukan jenis media massanya tetapi yang diperlukan adalah pemahaman lebih luas dari konsep-konsep tersebut, apakah semua media beroperasi sama.

Ciri media:

· Keuntungan/profit

· Kapitalisme

· Kompetensi

Beberapa defenisi komunikasi massa menurut para pakar:

1. Joseph R. Dominick:

Komunikasi massa adalah suatu proses dimana suatu organisasi yang kompleks dengan bantuan satu atau lebih mesin memproduksi dan mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar, heterogen, dan tersebar.

2. Jalaluddin Rakhmat merangkum:

Komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.

3. Bittner

Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang”. (mass communication is messages communicated through a mass medium to a large number of people)

5. Gerbner (1967)

Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industry”. (Mass communication is the technologically and institutionally based production and distribution of the most broadly shared continuous flow messages in industrial societies)

6. Meletzke

Komunikasi massa adalah setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar.

7. Freidson :

Komunikasi massa adalah bentuk komunikasi khalayak yang banyak dan tersebar yang dinyatakan dengan istilah sejumlah populasi, dan populasi tersebut merupakan representasi dari berbagai lapisan masyarakat.

8. Wright :

“This new form can be distinguish from older types by the following major characteristics; it is directed toward relatively large, heterogenous and anonymous audience; messages are transmitted publicly, often times to reach most audience members simultaneously and are transient in character; the communicator tends to be or to operate within, a complex organization that may involve great expense”.

Definisi komunikasi massa yang dikemukakan oleh Wright ini nampaknya merupakan definisi yang lengkap, yang dapat menggambarkan karakteristik komunikasi massa secara jelas. Menurut Wright, bentuk baru komunikasi dapat dibedakan dari corak-corak yang lama karena memiliki karakteristik utama sebagai berikut: diarahkan pada khalayak yang relative besar, heterogen dan anonym; pesan disampaikan secara terbuka, seringkali dapat mencapai kebanyakan khalayak secara serentak, bersifat sekilas; komunikator cenderung berada atau bergerak dalam organisasi yang kompleks yang melibatkan biaya besar.

9. Kompleksnya komunikasi massa dikemukakan oleh Severin dan Tankard Jr, dalam bukunya Communication Theories; Origins, Methods, And Uses In The Mass Media :

“ Komunikasi massa adalah sebagian ketrampilan, sebagian seni dan sebagian ilmu”. Ia adalah keterampilan dalam pengertian bahwa ia meliputi teknik-teknik fundamental tertentu yang dapat dipelajari seperti memfokuskan kamera televise, mengoperasikan tape recorder atau mencatat ketika berwawancara. Ia adalah seni dalam pengertian bahwa ia meliputi tantangan-tantangan kreatif seperti menulis skrip untuk program televisi, mengembangkan tata letak yang estetis untuk iklan majalah atau menampilkan teras berita yang memikat bagi sebuah kisah berita. Ia adalah ilmu dalam pengertian bahwa ia meliputi prinsip-prinsip tertentu tentang bagaimana berlangsungnya komunikasi yang dapat dikembangkan dan dipergunakan untuk membuatu berbagai hal menjadi lebih baik.

10. Joseph A. DeVito

Komunikasi massa yang pada intinya merupakan penjelasan tentang pengertian massa, serta tentang media yang digunakannya. Ia mengemukakan definisinya dalam dua item, yakni “Pertama, komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak yang meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang menonton televisi, tetapi ini berarti bahwa khalayak itu besar dan pada umumnya agak sukar untuk didefinisikan. Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar yang audio dan/atau visual.

2.2 KARAKTER KOMUNIKASI MASSA

DeFleur & Dennis mengemukakan tahapan-tahapan pembentuk komunikasi massa:(http://kuliah.dagdigdug.com/2008/07/22/pengertian-dan-karakteristik-komunikasi-massa)

1. Komunikator professional

Komunikator yang terlembagakan àkomunikator bukan individu à komunikator merupakan bagian dari lembaga/organisasi yang kompleks

Media Massa è menurut Ashadi siregar à padat modal &teknologi

Konglomerasi pers à pers yang dikuasai konglomerat

2. Cepat & berkelanjutan

Cepat à proses penyampaian pesan lebih cepat karena kecanggihan teknologi cth. Cetak jarak jauh

Berkelanjutan è dalam menyampaikan pesan tidak sepotong-sepotong tetapi berkelanjutan

Cth. Kasus yang sedang hangat diberitakan di TV mengenai operasi wajah yang disiarkan secara terus menerus.

3. Khalayak luas & beragam/heterogen & anonym

Luas à tersebar di berbagai tempat

Heterogen à khalayak beragam

Anonim à tidak dikenal (komunikator tidak dapat mengenal audience)

4. Kesamaan makna

Pesan yang disampaikan untuk meciptakan kesamaan makna diantara khalayak.

Kesamaan makna muncul karena keserampakan/serentak pada waktu yang sama.

“tapi” ==== pada kenyataannya pesan yang disampaikan sama tetapi makna yang dimunculkan berbeda-beda.

5. Mempengaruhi khalayak

Bertujuan untuk membentuk satu sikap & perilaku tertentu.

6. Mengutamakan unsur isi daripada hubungan

Komunikasi masa lebih mengutamakan isi/content daripada hubungan/ relationship karena pesannya melalui media.

7. Bersifat satu arah

Akan tetapi pada konteks-konteks tertentu dapat bersifat dua arah.

8. Stimulasi alat indera terbatas

Merupakan kelemahan karakteristik komunikasi massa.

Cth. Orang buta à mendengar radio à tidak dapat melihat siaran TV

9. Feedback tertunda

Tetapi untuk sekarang ini sudah tidak relevan lagi karena sekarang sudah ada acara yang bersifat interaktif.

2.3 MODEL KOMUNIKASI MASSA

2.3.1 Model Jarum Hipodermik (Peluru Ajaib)

S – M – C – R – E

Sifat : - Khalayak pasif/tidak penting

- Efek sama sebab atomistic (tergantung pada media)

2.3.2 Model Satu Tahap

MM Komunikator

2.3.3 Model dua tahap

Kosmopolitik, OL yang bisa/mampu berinteraksi dengan yang di luar lingkaran.

2.3.4 Model Banyak Tahap




2.3.5 Model Shannon & Weaver


2.3.6 Model Bittner




2.3.7 Model Schramn


2.3.8 Model Agenda Setting

Model yang menghidupkan lagi jarum hipodemik, tetapi focus penelitiannya telah bergeser dari efek pada sikap dan pendapat kepada efek kesadaran dan pengetahuan dan akan mempengaruhi opini publik.




· Asumsi dasarnya adalah à To tell what to think about

à Membentuk persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting.

Dasar pemikirannya adalah: diantara berbagai topik yang dimuat media massa, topik yang lebih banyak mendapat perhatian dari media massa akan menjadi lebih akrab bagi pembacanya, akan dianggap penting dalam suatu periode tertentu, dan akan terjadi sebaliknya bagi topik yang kurang mendapat perhatian media massa.

Cth: Kasus Merapi

à Menjadi headline oleh banyak media massa dalam waktu yang sama, sehingga menjadi pembicaraan khalayak.




· Model ini menekankan adanya hubungan positif antara penilaian yang diberikan media terhadap suatu persoalan dengan perhatian yang diberikan khalayak pada persoalan tersebut. Dengan kata lain, “apa yang dianggap penting oleh media, akan dianggap penting pula oleh masyarakat. Apa yang dilupakan media, akan luput juga dari perhatian masyarakat”.

· Pengaruh media terasa lebih kuat pada masyarakat, karena orang memperoleh banyak informasi tentang dunia dari media massa pada saat yang sama sehingga sukar untuk mengecek kebenarannya. à efek derasnya arus informasi yang beredar.

2.4 HAMBATAN DALAM KOMUNIKASI MASSA

1. Hambatan Psikologi

à Kepentingan, prasangka, stereotipe dan motivasi

2. Hambatan Sosiokultural

a. Aneka etnik

b. Perbedaan norma social

c. Kurang mampu berbahasa Indonesia

d. Faktor semantic

e. Pendidikan belum merata

f. Hambatan mekanis

3. Hambatan Interaksi Verbal

a. Polarisasi

b. Orientasi intensional

c. Evaluasi statis

d. Indiskriminasi

2.5 PERAN DAN FUNGSI MEDIA MASSA (What the mass media do?)

Analisis Fungsional Media Massa

Harrold Lasswell

· Memberi informasi

· Mendidik

· Menghibur

Charles R. Wright

· Kegiatan penyelidikan (surveillance)

· Kegiatan mengkorelasikan, yaitu menghubungkan satu kejadian dengan fakta yang lain dan menarik kesimpulan (correlation)

· Kegiatan transmisi kultural, yaitu pengalihan kebudayaan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

· Kegiatan penghiburan (entertainment)

Melvin De Fleur

· Fungsi Informasi (Surveillance Functions)

· Fungsi Agenda Setting (Set Agendas)

· Fungsi Penghubung antar kelompok dalam masyarakat (Connect)

· Fungsi Pendidikan (Educate)

· Fungsi Mempengaruhi (Persuade)

· Fungsi Menghibur (Entertaint)

2.6 FUNGSI KOMUNIKASI MASSA

A. Bagi Masyarakat

Dominick

1. Surveillance (pengawasan)

· Warning before surveillance (pengawasan peringatan)

à Fungsi yang terjadi ketika Media Massa menginformasikan tentang sesuatu yang berupa ancaman. Cth. Bahaya tsunami, banjir, gempa, kenaikan harga, dll.

· Instrumental surveillance (pengawasan instrumental)

à Penyebaran/penyampaian informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari. Cth. Resep masakan, produk-produk baru, dll.

2. Interpretation (penafsiran)

Media Massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Cth. Tajuk rencana (editorial) berisi komentar dan opini dilengkapi perspektif terhadap berita yang disajikan dihalaman lain.

3. Linfkage (pertalian)

Media Massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membentuk linfkage (pertalian) berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu. Cth. SBY undur diri dari kabinet Megawati dan menaikkan pamor Partai Demokrat

4. Transmission of values (penyebaran nilai-nilai)

Fungsi sosialisasi: cara dimana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok.

5. Entertainment (hiburan)

Banyak kita jumpai pada media televisi dan radio.

B. Bagi Individu

Menurut Steven A. Chafee, komunikasi masa memiliki efek-efek berikut terhadap individu:

1. Efek ekonomis: menyediakan pekerjaan, menggerakkan ekonomi (contoh: dengan adanya industri media massa membuka lowongan pekerjaan)

2. Efek sosial: menunjukkan status (contoh: seseorang terkadang dinilai dari media massa yang ia baca, seperti surat kabar pos kota memiliki pembaca berbeda dibandingkan dengan pembaca surat kabar Kompas).

3. Efek penjadwalan kegiatan

4. Efek penyaluran/ penghilang perasaan

5. Efek perasaan terhadap jenis media

Fungsi-fungsi lain:

1. Fungsi Informasi

2. Fungsi Pendidikan

3. Fungsi Mempengaruhi

4. Fungsi Proses Pengembangan Mental

5. Fungsi Adaptasi Lingkungan

6. Fungsi Manipulasi Lingkungan

7. Fungsi Meyakinkan

8. Fungsi Menganugrahkan Status

9. Fungsi Membius

10. Fungsi Menciptakan Rasa Kebersatuan

11. Fungsi Privatisasi


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Komunikasi massa adalah suatu proses mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar, heterogen, dan tersebar dengan bantuan satu atau lebih mesin (MEDIA MASSA) dan diterima secara serentak dan sesaat.

Karakter komunikasi massa terbagi atas beberapa bagian yakni:

· Komunikator professional

· Cepat & berkelanjutan

· Khalayak luas & beragam/heterogen & anonym

· Kesamaan makna

· Mempengaruhi khalayak

· Mengutamakan unsur isi daripada hubungan

· Bersifat satu arah

· Stimulasi alat indera terbatas

· Feedback tertunda

Fungsi dan Peran media massa yakni:

· Memberi informasi

· Mendidik

· Menghibur

· Kegiatan penyelidikan

· Kegiatan mengkorelasikan

· Kegiatan transmisi kultural

· Agenda Setting

· Penghubung antar kelompok dalam masyarakat

· Mempengaruhi

Fungsi dari Komunikasi Massa yakni:

A. Untuk Masyarakat

1. Surveillance (pengawasan)

2. Interpretation (penafsiran)

3. Linfkage (pertalian)

4. Transmission of values (penyebaran nilai-nilai)

5. Entertainment (hiburan)

B. Untuk Individu

1. Fungsi Informasi

2. Fungsi Pendidikan

3. Fungsi Mempengaruhi

4. Fungsi Proses Pengembangan Mental

5. Fungsi Adaptasi Lingkungan

6. Fungsi Manipulasi Lingkungan

7. Fungsi Meyakinkan

8. Fungsi Menganugrahkan Status

9. Fungsi Membius

10. Fungsi Menciptakan Rasa Kebersatuan

11. Fungsi Privatisasi

3.2 Saran

Kiranya kita dapat memanfaatkan media massa sebagai sarana untuk komunikasi yang maksimal dan mampu memaksimalkan peran media tersebut terutama dalam hal pendidikan, karena kita adalah orang-orang teknologi yang yang terpaut dalam pendidikan.


DAFTAR PUSTAKA

Dominick, Joseph. R., The Dynamics of Mass Communication, Sixth Edition, International Edition, Mc Graw-Hill College

http://kuliah.dagdigdug.com/2008/07/22/pengertian-dan-karakteristik-komunikasi- massa

http://nurriest.blogdrive.com/archive/5.htmlWeblog dan Deviasi Model Komunikasi Massa

http://oliviadwiayu.wordpress.com/2006/10/19/definisi-kommas/

http://komunikasimassa-umy.blogspot.com/2005/06/berkenalan-dengan-komunikasi-massa.html

http://nicksinblossom.blogspot.com/2007/10/komunikasi-massa.html Mc Quail , Dennis Teori Komunikasi Massa : Suatu Pengantar, edisi kedua, Erlangga, Jakarta

Moss Sylvia Stewart L. Tubbs-, Human Communication : Kontek-Konteks Komunikasi, Pengantar Dr. Deddy Mulyana, M.A

Nasution,Drs. Zulkarimein M.A, Perkembangan Teknologikomunikasi, Buku Materi Pokok SKOM 4322/3 sks/Modul 1-9,Universitas Terbuka

Sendjaja S. Djuarsa, Ph.D., dkk, Teori Komunikasi : Materi PokokIKOM 4230/3 sks/Modul 1-9,Universitas Terbuka, Jakarta

Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

0 komentar:

Poskan Komentar